oleh

Lima Komisioner KPU Palembang Tersangka, Pengamat Politik Unsri : Sinyal Buruknya Penyelenggaraan Demokrasi

-Sumsel-448 views
Loading...

Lima Komisioner KPU Palembang Tersangka, Pengamat Politik Unsri : Sinyal Buruknya Penyelenggaraan Demokrasi

PALEMBANG – Lima komisioner KPU Palembang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Palembang atas dugaan pelanggaran Pasal 554 UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subsider Pasal 510 UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Loading...

Ancaman hukumannya sampai dua tahun penjara dan denda paling banyak hingga Rp24 juta. Hukuman ini ditambah sepertiganya atas pasal yang dikenakan kepada Yetty tersebut.

Pengamat hukum dari Universitas Sriwijaya Dr Febrian SH MS menilai ini menjadi sinyal buruk penyelenggaraan demokrasi di kota Palembang. Apalagi sebelumnya, khusus Ketua KPU Palembang Eftiyani, juga memiliki masalah yang telah dipersidangkan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kalau lima-limanya ditetapkan sebagai tersangka, pasti polisi punya alat bukti yang cukup. Ini jadi pelajaran berharga bagi KPU Palembang sekaligus sinyal buruk bagi demokrasi,”jelasnya.

Apakah terdapat kelalaian atau kesengajaan dalam kasus ini, lanjutnya, maka harus dibuktikan. Meskipun secara etika kasus ini menimbulkan perseden buruk dan seharusnya lima komisioner itu mengundurkan diri.

Ia melanjutkan, jika kelima komisioner tersebut demisioner atas kasus ini. Maka instansi diatasnya akan mengambil alih tugas, tanggung jawab, dan wewenangnya yakni KPU Sumsel.

“Namun tidak ada cara lain, tentu harus dibuktikan. Kita serahkan proses ini kepada pihak berwenang. Apalagi sudah masuk ranah pidana,”tukasnya. (aja)

BERITA LAINNYA