oleh

BPS: 69 Desa di OKU Selatan Kategori Tertinggal

Loading...

BPS: 69 Desa di OKU Selatan Kategori Tertinggal

OKU SELATAN – Badan Pusat Statistik merilis hasil peritungan Indeks Pembangunan Desa Tahun 2018 di Kabupaten OKU Selatan. Setidaknya terdapat 69 desa atau 27,38 persen desa masuk kategori desa tertinggal.

Loading...

Demikian dijelaskan Kepala BPS Kabupaten OKU Selatan, Yusron, SE, M.Si di ruang kerjanya, Senin, (29/7). Memaparkan, terbitnya Undang-Undang Nomor 6  Tahun 2014 tentang Desa memberikan peluang kepada desa maupun masyarakatnya untuk bisa menjadi subjek dari pembangunan.

“Dengan semakin diperkuatnya peran masyarakat di dalam UU Desa, maka Pemerintahan Desa juga dituntut untuk dapat meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakatnya, lebih terbuka serta bertanggungjawab. Oleh karena itu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu mempertegas komitmennya dalam mempersiapkan dan menjalankan UU Desa yang diterapkan di dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring, evaluasi kebijakan, pendampingan dan program pembangunan berbasis desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yusron menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Desa (IPD) tahun 2018 disusun dengan mengacu UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan menggunakan data Potensi Desa (Podes) tahun 2018 yang dikumpulkan BPS sebagai rujukan indikator-indikator utama penyusunan indeks.

Penghitungan indeks ini dimaksudkan untuk memotret tingkat perkembangan desa di Kabupaten OKU Selatan yang jumlahnya mencapai  252 desa, sehingga IPD dapat digunakan sebagai acuan untuk penyusunan perencanaan kebijakan dan pengawasan pembangunan desa.

Penghitungan IPD ini dilakukan dengan menggunakan lima dimensi, yang terdiri dari (1) Pelayanan Dasar, (2) Kondisi Infrastruktur, (3) Aksesibilitas/Transportasi, (4) Pelayanan Umum, dan (5) Penyelenggaraan Pemerintahan.

Selanjutnya dari 5 dimensi dijabarkan lagi kedalam 12 variabel dan 42 indikator yang menggambarkan sedekat mungkin pelayanan pada masyarakat desa yang bisa mewakili perwakilan standard pelayanan minimal di desa. Dengan IPD, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten  dan Pemerintah Desa dapat memberikan priorotas pembangunan desa menurut indikator yang dianggap perlu.

Pengolahan datanya menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA).

Dimana hasilnya merupakan indeks komposit tertimbang dari 42 indikator yang secara substansi dan bersama-sama menggambarkan tingkat pembangunan di desa.

Nilai indeks mempunyai rentang 0 s/d 100. Untuk memudahkan interpretasi, maka dilakukan pengelompokan desa menjadi 3 kategori yaitu desa mandiri (IPD >  75), desa berkembang (50 < IPD <75) dan desa tertinggal  (IPD < 50).

Indeks Pembangunan Desa di Kabupaten OKU Selatan pada tahun 2018 secara rata-rata adalah sebesar 56,20, sehingga masih berada di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Selatan yang indeksnya sebesar 59,18.

Angka ini dibentuk dari rata-rata Indeks Pembangunan Desa pada 252 desa yang terdapat di Kabupaten OKU Selatan. Dari keseluruhan jumlah desa tersebut, sebanyak 69 desa (27, 38 persen) masih berada dalam kategori desa tertinggal, 183 desa (72,62persen) berada dalam kategori desa berkembang, dan belum ada desa berada dalam kategori desa mandiri.

Berdasarkan nilai rata-rata indeks masing-masing dimensi, Kabupaten OKU Selatan memiliki rata-rata indeks tertinggi pada dimensi aksesibilitas/transportasi dengan nilai rata-rata indeks 79,51, sedangkan untuk rata-rata indeks terendah adalah pada dimensi kondisi infrastruktur dengan nilai rata-rata indeks sebesar 35,14.

Untuk dimensi pelayanan dasar nilai rata-rata indeks adalah sebesar 48,73, dimensi pelayanan umum sebesar 53,84 dan dimensi penyelenggaraan pemerintahan sebesar 63,82.

Bila dilihat dari masing-masing kecamatan yang memiliki rata-rata Indeks Pembangunan Desa tertinggi adalah Kecamatan Simpang dengan nilai rata-rata indeks sebesar 62,26.

Di Kecamatan ini hanya terdapat 7 desa yang kesemuanya berada dalam kategori desa berkembang. Kecamatan yang memiliki rata-rata Indeks Pembangunan Desa terendah di Kabupaten OKU Selatan adalah Kecamatan Mekakau Ilir dengan nilai rata-rata indeks sebesar 46,75.

Di Kecamatan Buay Pemaca jumlah desa tertinggal paling banyak dengan jumlah sebesar 13 desa dari 252 desa yang ada di OKU Selatan. 

Di Kabupaten OKU Selatan beberapa Kecamatan tidak memiliki desa Tertinggal yaitu Kecamatan Simpang, dan Kecamatan Runjung Agung.Pada akhir pembicaraannya, Yusron menjelasakan bahwa di Kabupaten OKU Selatan belum ada desa kategori desa Mandiri. (*)
 

BERITA LAINNYA