oleh

Di OKU Selatan Pengemis Bermodal Cacat, Lemah atau Modus?

OKU SELATAN, SIMPANG – Pengemis datangan seolah menjadi tren musiman. Mereka datang setiap kali menjelang hari raya Idul Fitri kemudian menghilang. Nah, meliht kondisi fisik para pengemis sering kali membuat siapapun merasa iba dan tak jarang berbagi donasi. Namun bagaimana jika hadirnya pengemis ini hanya modus belaka?

 

Hampir setiap titik di sekitar Muaradua dan kecamatan-kecamatan lain bisa dijumpai kehadiran para pengemis. Di kecamatan paling mudah mereka dijumpai bertepatan hari kalangan terutama di bulan Ramadhan atau mendekati perayaan Idul Fitri 1440 H.

 

Salah satunya di Kalangan Kecamatan Simpang. Bahkan tak jarang aksi para pengemis yang berkeliaran ini dikelukan oleh warga. Baik para pedagang pasar ataupun pengunjung pasar kalangan Simpang. Riyan 45 tahun, pedagang yang berjualan di pasar simpang mengungkapkan jika para pengemis selalu ada setiap kali hari kalangan tiba.

 

“Setiap hari kalangan selama bulan puasa selalu didatangi oleh pengemis tersebut, yang mana dengan kehadirian mereka jelas sangat mengganggu di saat kami sedang melayani pembeli merekapun datang meminta baik kepada kami penjual ataupun ke pembeli,” ujarnya.

 

Ditambahkan oleh Riyan yang datang dari baturaja ini, dari itulah dirinya sangat mengharapkan kepada pihak pasar untuk bisa mencegah agar para pengemis tersebut tidak lagj berkeliaran di pasar kalangan tersebut.

 

“Apalagi kalau hari minggu yang mana para pedagang ataupun pembelinya ramai maka dari itulah kami sangat mengarapkan sekali peran dari pengelola pasar agar kalau bisa para pengemis tersebut jangan lagi berkeliaran di pasar ini, karna selain mengganggu kami para pedagang juga sering mengganggu para pembeli yang berlalu lalang, serta juga tidak enak di pandang oleh mata,”ujarnya.

 

Senada diungkapkan oleh Rita salah seorang pengunjung pasar, dirinya mengatakan bahwasanya kehadiran pengemis tersebut jelas sangat mengganggu aktivitas di pasar tersebut.

Masih menurut Rita dirinya pernah mendapatkan pengalaman pahit saat dirinya hendak berbelanja dirinya berpapasan orang seperti mau mengemis namun tidak berapa lama dompet miliknya sudah berpindah tangan.

 

“Sangat mengganggu, enak kalau memang mereka itu orang yang tidak mampu, karna jaman sekarang ini banyak yang pura-pura buta ataupun cacat pisak lainnya dengan cara mengemis dak tahunya bukan nak ngemis malah nyopet,”ujarnya.

 

Lanjut ibu muda ini, maka dari itulah dirinya berharap agar kepada pihak pasar agar kirannya para pengemis tersebut di larang untuk meminta-minta di pasar kalangan tersebut.” Seperti kalangan hari rabu ini (kemarin red) lagi ada yang ngemis apa lagi kalau hari minggu bisa dua tiga pasang yang datang ke kalangan ini untuk mengemis.”

Terangnya saat dibincangi wartawan harian OKU Selatan di sela-sela dririnya berbelanja rabu kemarin (03/08) di pasar kalangan tersebut.

 

Pantauan Koran ini memang disetiap aktipitas jual beli di pasar kalangan di Kecamatan Simpang tersebut yang diadakan setiap Minggu, Rabu dan Jumat memang selalu didatangi oleh para pengemis yang datang dari luar wilayah setempat.

 

“Setiap mereka keliling selalu dua orang satunnya meminta yang satunnya sebagai petunjuk jalan, ya kalau memang benar-benar cacat gek dak tahunyo Cuma modus bae karna dengan cara begini mereka saya lihat kalau hanya seratus ribu tidak butuh waktu lama mereka sudah terkumpul, memang jujur kita merasa iba melihatnnya mudah-mudahan yang ngemis ini bukan modus tapi benar-benar mengalami cacat pisik.” Celtuk Dodi salah seorang pengunung pasar.(adi)

Loading...

BERITA LAINNYA