oleh

Petugas Sita Ratusan Petasan, Warung Remang-remang Di Larang Beroperasi

Warung Remang-remang dan pengelola pijat urut tradisional serta tempat karaoke di larang beroperasi selama Ramadan. Sofian: Kalau masih membandel, kita beri sanksi tegas dengan mencabut izin usahanya.

 

Petugas Sita Ratusan Petasan, Warung Remang-remang Di Larang Beroperasi

 

BATURAJA TIMUR – Agar terciptan suasana khusuk dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan 1430 H, Sat Pol PP OKU menggelar razia pedagang yang menjual petasan pada Sabtu (11/5), sekitar pukul 19.40 WIB lalu. Hasilnya, petugas berhasil menyita ratusan butir petasan.

 

Tidak hanya merazia pedagang musiman yang menjual petasan, petugas juga menyisir warung remang – remang dan panti pijat tradisional yang masih beroperasi pada Ramadan tahun ini.

 

Kasat Pol PP OKU Agus Salim didampingi Kabid Trantib Sofian saat memimpin razia mengatakan, H – 7 sebelum Ramadan kemarin, pihaknya telah menghimbau pengelola warung remang-remang dan pengelola pijat urut tradisional untuk tidak membuka usahanya selama Ramadan hingga H + 7 Idul Fitri.

“Himbauan disampaikan secara lisan maupun tertulis. Begitu juga dengan penjual petasan, kita sudah menyurati penjual dan agen agar petasan yang suaranya besar agar tidak dijual kecuali kembang api,” tegas Sofian.

 

Tidak hanya mengimbau agen dan penjual petasan, Sat Pol PP OKU meminta masyarakat agar tidak membeli dan meledakkan petasan saat warga sedang salat tarawih.

 

“Jika tertangkap tangan menyalakan petasan, oknum tersebut akan diproses,” tegas Sofian.

 

Ditambahkan Sofian, pihaknya kembali menegaskan pengelola warung remang-remang dan pengelola pijat urut tradisional serta tempat hiburan malam seperti karaoke untuk tidak beroperasi selama Ramadan.

 

“Kalau masih membandel, kita beri sanksi tegas dengan mencabut izin usahanya,” pungkas Sofian. (bet/apk)

Loading...

BERITA LAINNYA