oleh

Ngaku Dirampok, Sales Nekat Buat Laporan Palsu

Ngaku Dirampok, Sales Nekat Buat Laporan Palsu

MARTAPURA – Ngaku menjadi korban perampokan dan kehilangan uang Rp30 juta lebih. Dedi Setiawan (28), sales PT Lemindo Abadi Jaya, warga Padat Karya Lorong Kelapa Sawit, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang nekat membuat laporan palsu ke Polres OKU Timur.

Loading...

 

Akibat perbuatan tersebut, kini tersangka berurusan dengan Pihak Kepolisian Resort OKU Timur.

Dari pengakuannya, tersangka nekat melakukan penipuan tersebut lantaran hilaf dengan uang milik perusahaan tempat ia bekerja.

 

“Saya hilaf pak, uang perusahaan itu saya pakai hingga Rp30 juta lebih. Dan saya tidak bisa mengembalikannya. Akhirnya saya nekat membuat laporan palsu ke Polisi,” kata tersangka Dedi Setiawan saat press realese belum lama ini.

 

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade didampingi Kanit Ipda Alimin, mengatakan, sebelumnya tersangka sempat membuat laporan yang tercantum pada Nomor:LP-B/76/VII/2019/Sumsel/OKUT tanggal 11 Juli 2019.

 

Dalam laporannya tersangka melaporkan kejadian Curas namun pada saat dilakukan pemeriksaan intograsi terhadap tersangka ini kebingungan. Berkat kejelian penyidik ternyata laporan polisi yang dilaporkan tersangka palsu.

 

“Uang perusahaan yang sudah dipakai tersangka sebanyak Rp30 juta lebih. Karena tidak ada lagi untuk mengembalikan uang sehingga membuat Laporan Polisi (LP). Sebelum melapor tersangka memberitahu Kepal Cabang (Kacab) yang di Palembang dan tersangka mengaku menjadi korban perampokan. Kemudian didampingi dengan Kacab tersangka melapor ke Polres tentang kasus Curas,” jelasnya.

 

Semula, polisi menerima laporan tersangka namun penyidik merasa ada yang janggal dan curiga. Setelah di intograsi tersangka mengaku bohong. Jika dia memang sengaja membuat laporan polisi palsu.

 

“Tersangka bekerja sebagai sales di perusahaan yang bergerak di bidang lem dan mengisi di toko-toko bangunan,” ungkapnya. Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 242 KHUP tentang laporan palsu ancaman hukuman tujuh tahun. (clau)

 

 

BERITA LAINNYA