oleh

Hendak Salat Subuh, Tokoh Agama Ditembak

-Fokus-525 views

BATURAJA BARAT – Keheningan subuh di Kampung III, Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Jumat (26/7), sekitar 04.40 WIB, terganggu lantaran H Muhammad Ali (62), terkapar di pinggir jalan yang tak jauh dari rumahnya, lantaran didiga ditembak orang tidak dikenal (OTK).

Loading...

“Pas aku keluar rumah, aku lah tejingok (melihat) H M Ali sudah teduduk di pinggir jalan,” ucap Zainuddin, warga Desa Pusar, tetangga H M Ali.

Zainuddin sempat menanyakan kepada H M Ali ada apa dengan dirinya, yang kemudian dijawab H M Ali kalau dirinya ditembak orang.

“Dak lamo dari situ, keluar tetangga yang lain dan langsung mengajak membawa H M Ali dibawa ke rumah sakit,” timpal Zainudin.


Diungkapkan Zainudin, Ali merupakan tokoh masyarakat Desa Pusar dan pengurus Masjid Al Maghfiroh serta Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) Pusar.

“Beliau orangnya baik dan bermasyarakat,” timpal Zainudin.


Saat itu, Ali akan menunaikan ibadah Salat Subuh di Masjid Al Maghfiroh, Desa Pusar. Untuk menuju masjid, Ali berjalan kaki yang hanya berjarak sekitar 10 meter.


Sekitar 5 meter sebelum masjid, dua orang pengendara sepeda motor dari arah Semidang Aji, pengendara motor yang duduk di belakang menembak Ali dari jarak sekitar 4 meter.


Usai menembak Ali, pengendara motor kembali ke arah Semidang Aji meninggalkan Ali yang terduduk di pinggir jalan karena kesakitan.


Ali merupakan pensiunan karyawan PDAM OKU. “Tidak menyangka beliau menjadi korban penembakan. Doa yang terbaik untuk beliau, semoga beliau lekas sembuh,” ucap salah seorang karyawan PDAM OKU.


Semasa aktif sebagai karyawan PDAM OKU, Ali merupakan karyawan yang tekun, telaten dan tidak pernah mendapat masalah. Apalagi, sebagai orang tua, Ali sangat mengayomi.

“Apalagi, beliau merupakan tokoh masyarakat di Desa Pusar,” tandasnya.


Pasca ditembak, Ali dirawat di rumah sakit DKT Baturaja. Rencananya kemarin siang, Ali akan menjalani operasi pada luka tembak yang dialaminya.


Salah seorang warga menyebutkan, Ali ditembak di depan rumah M Zani yang tak jauh dari masjid Al Magfiroh.


“Cuma satu tembakan dan mengenai pinggang pak Ali. Belum tahu siapa pelaku tapi mereka pakai sepeda motor berboncengan,” ungkap Ud, salah seorang warga setempat.


Sekitar pukul 09.15 WIB, anggota Unit Pidum Sat Reskrim Polres OKU bersama anggota Unit Reskrim Polsek Baturaja Barat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Pusar.

“Kita sudah melakukan olah TKP penembakan,” ucap Kanit Pidum Sat Reskrim Polres OKU Ipda Karbiyanto.


Ditambahkan Karbiyanto, hasil olah TKP pihaknya belum mengetahui motif penembakan apakah dilatari dendam atau motif lain.

“Namun kita tetap melakukan penyelidikan secara intensif. Perkembangan selanjutnya akan menggali dari berbagai saksi apakah motifnya karena masih didalami,” timpal Karbiyanto.


Selain motif, pihaknya belum menemukan barang bukti terkait penembakan yang dialami Ali.

“ Kita menunggu hasil operasi korban di rumah sakit. Apakah proyektil organik atau proyektil senpira,” tandas Karbiyanto.Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Polres OKU.

Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari melalui Kasubag Humas AKP Rachmad Haji mengungkapkan pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut karena polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi.


“Sekarang polisi masih melakukan olah TKP dan masih mengumpulkan keterangan saksi,” ujar Rahmad melalui pesan singkat.


Sementara itu, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis meminta polisi untuk memburu pelaku penembakan. Hal ini, kata Kuryana, perlu segera dilakukan agar terungkap motif dan identias pelaku.


Menurut Kuryana, tindakan yang dilakukan pelaku penembakan terhadap salah satu tokoh agama di desa Laya tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Hal itu perlu dilakukan agar tidak terulang. ”Kalau pelakunya tertangkap, harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas Kuryana. (bet/apk/stf/din)

BERITA LAINNYA